Sebagai metode pemeliharaan kesehatan yang populer, sauna semakin disukai oleh banyak orang karena kemampuannya meningkatkan metabolisme dan menenangkan tubuh dan pikiran. Namun, pemahaman banyak orang tentang sauna hanya sebatas “berkeringat untuk detoksifikasi”. Pengoperasian yang tidak tepat malah bisa membebani tubuh. Artikel ini akan merinci pengetahuan inti ruang sauna, mulai dari persiapan dan proses hingga perawatan selanjutnya, membantu Anda membangun pemahaman ilmiah tentang sauna.
1. Pertama, Pahami: Prinsip Inti dan Jenis Sauna yang Umum
Prinsip inti sauna adalah menggunakan lingkungan bersuhu tinggi (biasanya 40-60℃) yang dikombinasikan dengan media tertentu (seperti turmalin, batu Bian, kristal garam, dll.) untuk mendorong terbukanya pori-pori kulit, memperlancar sirkulasi darah dan metabolisme, sehingga mengeluarkan sisa metabolisme dari tubuh, sekaligus meredakan ketegangan otot dan meningkatkan kualitas tidur.
Jenis ruang sauna yang umum terutama meliputi:
- Ruang Sauna Turmalin: Menggunakan sinar inframerah jauh dan ion negatif yang dipancarkan turmalin untuk meningkatkan efek menjaga kesehatan dari sauna, dan saat ini merupakan jenis yang paling umum;
- Ruang Sauna Garam: Menggunakan kristal garam alami sebagai bahan utamanya. Ion negatif yang dipancarkan oleh kristal garam dapat memurnikan udara, dan adsorpsi garam dapat membantu memperbaiki masalah pernafasan;
- Ruang Sauna Batu Bian: Melalui efek termal dan penetrasi mineral batu Bian, ia mengatur qi dan darah serta menenangkan meridian;
- Ruang Sauna Uap: Menggunakan uap sebagai metode pemanasan utama, dengan kelembapan tinggi (biasanya 80%-100%), kehangatannya lebih lembut, cocok untuk orang dengan kulit kering.
2. Sebelum Sauna: Lakukan 3 Persiapan untuk Menghindari Ketidaknyamanan
Persiapan yang cukup menjadi dasar untuk melakukan sauna yang aman, terutama bagi pemula yang perlu memperhatikan hal-hal berikut:
1. Periksa Diri Kondisi Fisik
Sebelum sauna, Anda perlu memastikan bahwa Anda tidak mengalami gejala ketidaknyamanan. Jika Anda mengalami pilek dan demam, pusing dan kelelahan, kerusakan kulit, aliran menstruasi yang deras, dll., disarankan untuk menghentikan sauna; wanita hamil, bayi dan anak kecil, penderita penyakit kardiovaskular parah (seperti hipertensi, penyakit jantung), komplikasi diabetes, asma parah, dan penyakit penyerta lainnya dilarang keras menggunakan sauna.
2. Persiapan Diet dan Hidrasi
Anda bisa makan makanan ringan dalam jumlah yang cukup (seperti sayuran, buah-buahan, bubur) 1-2 jam sebelum sauna. Hindari sauna saat perut kosong (rentan hipoglikemia dan pusing) dan jangan makan berlebihan (yang akan menambah beban saluran cerna); Pada saat yang sama, minumlah 300-500ml air hangat terlebih dahulu untuk menambah banyak air yang hilang selama sauna, namun hindari minum air dalam jumlah besar sekaligus.
3. Persiapan Pakaian dan Barang Pribadi
Pilih pakaian katun yang longgar, menyerap keringat, dan menyerap keringat, serta menghindari bahan serat kimia (yang tidak menyerap keringat dan dapat mengiritasi kulit); bawalah handuk bersih (untuk menyeka keringat) dan segelas air (untuk menambah air), dan Anda dapat menyiapkan sepasang sandal anti selip (lantai ruang sauna rawan tergelincir); wanita perlu menghapus riasannya (suhu tinggi akan membuka pori-pori, dan sisa kosmetik kemungkinan besar akan menyumbat pori-pori) dan melepas perhiasan logam (suhu tinggi dapat menyebabkan logam menghantarkan panas dan membakar kulit, atau bereaksi dengan keringat).
3. Selama Sauna: Kuasai 4 Poin Penting untuk Menikmati Sauna yang Aman
Selama sauna, tubuh akan berada di lingkungan bersuhu tinggi dan lembab. Reaksi tubuh harus selalu diperhatikan dan mengikuti prinsip "kemajuan bertahap dan moderasi":
1. Kontrol Waktu dan Kemajuan Secara Bertahap
Pemula disarankan memulai dengan 15-20 menit, dan secara bertahap dapat diperpanjang hingga 30-40 menit setelah adaptasi. Waktu maksimum satu kali tidak boleh lebih dari 60 menit. Jika Anda mengalami pusing, jantung berdebar, mual, kelelahan, dan ketidaknyamanan lainnya selama proses berlangsung, Anda harus segera meninggalkan ruang sauna, beristirahat di tempat yang berventilasi baik dan sejuk, serta menambahkan air hangat.
2. Isi Ulang Air dengan Benar, Sesap Kecil Secara Sering
Banyak berkeringat saat sauna akan menyebabkan hilangnya air dan elektrolit tubuh. Penting untuk mengisi kembali air tepat waktu, tetapi hindari minum dalam jumlah banyak. Sebaliknya, minumlah air hangat atau air garam ringan sedikit demi sedikit (yang dapat menambah elektrolit dengan tepat). Jangan minum air es, minuman berkarbonasi, kopi atau teh kental (yang akan mengiritasi saluran pencernaan dan sistem kardiovaskular).
3. Pertahankan Postur Tubuh yang Benar dan Hindari Aktivitas Berat
Disarankan untuk mengambil posisi duduk atau setengah telentang saat sauna untuk merilekskan tubuh. Jangan berjalan-jalan, berlari atau melakukan olahraga berat (yang akan menambah beban jantung); Anda bisa mengusap keringat di dahi dan leher dengan lembut, namun jangan menggosok kulit dengan keras (menggosok saat pori-pori terbuka kemungkinan besar akan merusak pelindung kulit).
4. Memperhatikan Adaptasi Lingkungan
Setelah memasuki ruang sauna, jangan langsung mendekati area bersuhu tinggi. Anda dapat berada di depan pintu atau di area bersuhu rendah selama 3-5 menit agar tubuh secara bertahap beradaptasi dengan lingkungan bersuhu tinggi; jika di dalam ruang sauna banyak orang, perhatikan untuk menjaga ventilasi agar tidak kekurangan oksigen.
4. Setelah Sauna: Lakukan 2 Hal Penting untuk Mengkonsolidasikan Efeknya
Perawatan pasca sauna secara langsung mempengaruhi efek menjaga kesehatan dan juga dapat menghindari rasa dingin atau ketidaknyamanan pada tubuh. Fokus pada dua poin berikut:
1. Mendinginkan Tubuh Secara Perlahan dan Hindari Masuk Dingin
Setelah keluar dari ruang sauna, jangan langsung masuk ke ruangan ber-AC, meniupkan angin dingin atau mandi air dingin (pori-pori terbuka di lingkungan bersuhu tinggi, dan hawa dingin yang tiba-tiba akan menyebabkan qi dingin menyerang tubuh, yang kemungkinan besar menyebabkan masuk angin dan nyeri sendi). Sebaiknya istirahat terlebih dahulu di lingkungan bersuhu normal selama 5-10 menit agar suhu tubuh turun secara bertahap, kemudian mandi air hangat (suhu air sebaiknya 38-40℃), dan waktu mandi tidak boleh terlalu lama (10-15 menit sudah cukup).
2. Isi Ulang Air dan Istirahat Tepat Waktu
Setelah sauna, Anda perlu menambahkan 300-500ml air hangat lagi, dan Anda dapat mencocokkan sedikit makanan ringan (seperti buah-buahan, sayuran, bubur gandum) untuk menambah energi dan air; segera hindari olahraga berat, dan dianjurkan istirahat selama 1-2 jam agar tubuh pulih sepenuhnya.
5. Kesalahpahaman Umum: Hindari Praktik Salah Ini
- Kesalahpahaman 1: Semakin banyak Anda berkeringat, semakin baik → Inti dari sauna adalah untuk meningkatkan metabolisme, bukan hanya "volume keringat". Keringat berlebihan akan menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit, yang justru akan merusak tubuh;
- Kesalahpahaman 2: Semakin tinggi frekuensinya, semakin baik → Sering sauna akan membuat pelindung kulit tetap terbuka untuk waktu yang lama, menyebabkan kulit kering dan sensitif. Dianjurkan untuk melakukannya 1-2 kali seminggu, dengan selang waktu 3-5 hari setiap kali;
- Kesalahpahaman 3: Segera merias wajah setelah sauna → Pori-pori tidak tertutup sempurna setelah sauna. Segera merias wajah akan menyebabkan sisa kosmetik menyumbat pori-pori, sehingga menimbulkan jerawat;
- Kesalahpahaman 4: Sauna setelah minum alkohol → Alkohol akan melebarkan pembuluh darah, dan lingkungan sauna yang bersuhu tinggi akan semakin meningkatkan beban pada sistem kardiovaskular, yang kemungkinan besar menyebabkan pusing, jantung berdebar, dan bahkan menyebabkan penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular.
6. Ringkasan: Sauna Ilmiah, Berpusat pada "Kenyamanan"
Inti dari sauna adalah metode pemeliharaan kesehatan yang ringan, dengan inti "moderasi dan kenyamanan". Baik Anda seorang pemula atau biasa, Anda harus mengikuti prinsip "persiapan yang memadai, proses yang terkendali, dan perawatan tindak lanjut di tempat", menyesuaikan waktu dan frekuensi sauna sesuai dengan kondisi fisik Anda, dan menghindari kesalahpahaman, sehingga sauna benar-benar dapat menenangkan tubuh dan pikiran serta berperan tambahan dalam menjaga kesehatan. Jika Anda mengalami ketidaknyamanan yang terus-menerus selama sauna, Anda perlu segera menjalani pemeriksaan medis.